Sebuah Pembunuhan Yang Sangat Sadis

Giovanni Brusca (Dalam pengejaan Bahasa Italia: [dʒoˈvanni ˈbruska]), atau nama julukannya U verru (Si Babi) atau U scannacristiani (pembunuh warga), lahir 20 Februari 1957, adalah seorang pembunuh bayaran tersadis yang pernah ada di dunia. Ia terhitung telah menghabisi nyawa setidaknya 200 orang. Ia bahkan tega merendam seorang anak belasan tahun dalam larutan asam dalam usahanya membalaskan dendam tuannya. Ia juga terkenal karena membunuh seorang hakim anti mafia, Giovanni Falcone

Giovanni Brusca: Pembunuh Bayaran Tersadis

Sebuah Pembunuhan Yang Sangat Sadis

 

Sepanjang hidupnya, pria ini disebut-sebut pernah menghabisi nyawa sekitar 200 orang. Orang ini memang begitu kejam, bahkan dianggap sebagai pembunuh bayaran paling sadis dalam sejarah mafia. Dia adalah Giovanni Brusca. Brusca lahir dari keluarga mafia di San Giuseppe Jato, sebuah daerah di Palermo, Italia, pada 20 Februari 1957.

Kakek buyut dan kakeknya adalah mantan petani yang kemudian diangkat menjadi anggota kelompok mafia setempat. Sementara ayahnya, Bernardo Brusca, adalah godfather lokal yang kelak dihukum seumur hidup karena berbagai kasus pembunuhan berencana.

Ia membunuh, bersama dengan istri dan tiga pengawalnya, pada tanggal 23 Mei 1992 dengan bom seberat 589 kg di jalan raya di Palermo. Kasus ini, bersama dengan pembunuhan Paolo Borsellino, pembantu Falcone, menjadi awal pengungkan jaringan mafia kriminal di Italia. Satu per satu, jaringan Cosa Nostra diungkap dan dipenjara berkat pengakuan terdakwa lainnya yang ditawarkan perlindungan oleh negara.

Ada pun sebuah kasus tahun 1993 menunjukkan betapa sadisnya Brusca. Ia menculik, membunuh, lalu merendam bocah berusia 11 tahun bernama Giuseppe Di Matteo ke dalam larutan asam. Di Matteo adalah anak dari Santino Di Matteo, biasa dikenal dengan nama Mezzanasca, salah satu anggota Cosa Nostra dari wilayah Altofonte.

Ketika tertangkap pada 1992, Santino secara mengejutkan bersedia bekerja sama dengan aparat untuk mengungkap kasus pembunuhan dua hakim pemberani anti-mafia, Giovanni Falcone dan Paolo Borsellino. Mengetahui hal tersebut, Salvatore Riina berang bukan main. Ia pun mengutus Brusca untuk menghabisi Santino.

Polisi gencar mencari keberadaan Giovanni. Namun, Giovanni melarikan diri hingga empat tahun lamanya. Dalam pelariannya, Giovanni tak berhenti. ia terus menerus membunuh samapi akhirnya ia tertangkap pada tanggal 20 Mei 1996, Giovanni ditahan di sebuah rumah di alexis, saat sedang makan malam bersama kekasih, anak, adiknya, Vicenzo Brusca, serta adik ipar bersama dua anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.