PENGALAMAN MISTIS SAAT MENDAKI SALAH SATU GUNUNG DI GARUT ! HII SEREM BANGET !

Siapa yang memiliki hobi mendaki gunung ? jika kamu memiliki hobi mendaki gunung pasti kamu sudah merasakan bagamaina rasanya menaklukan gunung dari bawah hingga puncak. Disamping keseruan mendaki gunung tidak bias dipungkiri gunung memiliki area pribadi nya masing masing misal nya adalah kemistisan yang menyimpan hal hal misterius dan juga sulit untuk di cerna oleh nalar manusia sekarang kami akan menjelaskan tentang pengalaman seseorang pada saat pendakian di sebuah gunung di garut jawa barat, apakah kamu penasaran jangan lama lama deh langsung aja kita ulas yuk!

Pada tanggal 8 november 2019 ada empat orang pemuda yang hendak mendaki gunung di garut tujuaan nya untuk refreshing dan juga untuk rekreasi. Sebelum para pemuda mendaki terdapat prosedur prosedur yang harus dilakukan oleh mereka salah satunya yaitu simaksi dan juga pengecekan keperluan di antaranya peralatan pendakian, makanan dan minuman, juga perlengkapan pendakian. Lalu pada pukul 12.00 keempat pemuda itu langsung mendaki yang sebelumnya sudah membuat kesepakatan magrib mereka harus sudah sampai di pos camp kebetulan saat itu gunung yang mereka daki sedang sepi dari pengunjung dan dalam sepanjang jalan mereka cuman bertemu dengan beberapa kelompok saja karena biasanya pada setiap trek selalu ramai oleh pendaki pada awalnya semua berjalan dengan lancar dan tidak ada satu hal pun hal aneh yang mereka rasakan hari semakin gelap sebenarnya gunung ini tidak termasuk gunung yang terlalu tinggi trek yang dilalui para pendaki terutama oleh para pemuda tersebut memang lumayan berat namun disepanjang jalan pendakian, mereka mendapati hewan seperti burung yang kelihatannya seperti menemani mereka saat mendaki, lalu mereka juga mendapatai sigung, tupai dan juga babi hutan. Setelah itu, pada pukul 15.00 para pemudia itu beristirahat di pos empat dan mulai memakanan makanan yang mereka bawa untuk menambah tenaga saat mendaki. Setelah itu para pemuda itu pun lanjut mendaki, sebelumnya memang tidak ada kejadian apa – apa sampai pada saat salah satu dari keempat mpemuda itu melontarkan kata – kata yang menantang alam “Mana euy si bagong ganas ?” dan “Ah kuatt , da pendek ieu mah (meremehkan ketinggian dari gunung tersebut)”, dan yang pali keterlaluan nya adalah pada saat seseorang berbicara tentang cerita mistis yang ada pada gunung tersebut .

Singkat cerita, mereka sudah sampai di pos 6 yang artinya mereka sudah dekat dengan pos 8 yang mana pos 8 adalah pos kemping untuk bermalam. Tapi tidak lama kemudian seseorang dari rombongan pemuda tersebut mengeluarkan kata – kata yang bisa di bilang fatal, yakni “Ah gancang kieu, teu karasa. Dekeut ieu mah”, kata – kata yang di lontar kan itu memang termasuk ke dalam kata – kata yang sompral, kita tidak tahu alam akan berbuat apa bila tamu nya berbicara dengan tidak sopan. Saat sedang melanjutkan perjalanan, hal aneh mulai muncul, tiba – tiba ada kabut yang melintas di depan para pemuda tersebut, hingga mereka pun menggunakan headlamp untuk menerangi jalan, saat melangkah entah mengapa kaki mereka sungguh terasa berat sampai pada saat nya mereka pun sepakat untuk beristirahat sejenak. Untuk kamu ketahui, di jalur pos 6 ke pos 7 itu hanya ada rombongan para pemuda itu saja, tida ada yang lainnya. Lalu saah seorang dai para pemudia itu mengatakan bahwa sebenarnya jarak dari pos 6 ke pos 7 itu berdekatan, sontak para pemuda yang lainnya begitu kaget dan tampak waswas, lalu salah satu dari mereka yang menjadi sweeper terdiam lalu pemuda itu hanya bilang “Teu, hayu hayu gas deui”. Saat para pemuda itu sudah mrasa cukup lelah, salah satu dari mereka bilang “Aneh ieu mah nya, teu nyampe – nyampe padahal dekeut da ti pos 6 ka pos 7 mah”. Sontak mereka pun memerbanyak mengobrol supaya tidak ada yang melamun. Pada saat itu, ada salah seorang mengeluarkan handphone nya dan merekam keadaan sekitar, lalu di save dan akan di posting di lain waktu, dan para pemuda itu pun mengutarakan permintaan maaf yang sebesar – bsar nya akibat perkataan yang tidak pantas saat mendaki gunung.

Singkat cerita, mereka pun melanjutkan perjalanan nya dan telah mencapai pos 7, ternyata semua anggota memang sudah kelelahan dan sepakat utuk mendirikan tenda di pos tersebut, yang padahal seharusnya mereka mendirikan tenda di pos 8. Lalu, pada menjelang pagi hari, mereka pun bergegas untuk menyaksikan sunrise tau matahari terbit di puncak gunung. Setelah menyaksikan sunrise, mereka pun berkemas untuk persiapan pulang, pada saat itu adalah tepat pukul 10 pagi. Disini hal aneh mulai terjadi lagi, yaitu saat perjalanan post 6 ke post 7 hanya memakan waktu 15 menit saja, tetapi pada malam itu mereka mendaki hampir memakan waktu 3 jam. Para pemuda itu hanya bisa diam dan bergeming dan memilih untuk tidak membahas kejadian itu. Pada saat mereka sampai di pos 1 , mereka pun beristirahat kembali dan pulang ke bandung. Saat dalam perjalanan pulang ke bandung, salah seorang dari pemuda itu bertanya pada temannya yang merupakan sweeper tadi malam “Naha maneh kamari jol cicing di jalan ?” (Kenapa kamu kemarin malah diem di jalan?) , lalu sontak di jawab oleh dirinya “Urang ningali aki – aki keur nuturkeun arurang” (Saya melihat kakek – kakek mengikuti kita). Lalu di balas lagi “Ah capek mereunan, jadi asal ningali” “Ah mungkin capek, jadi asal ngeliat”.

Setelah sampai di rumah, seseorang yang merekam keadaan tadi malam membuka handphone nya lalu melihat video tersebut, ternyata ada sesuatu yang sangat seram sekali ! Ya kalian bisa tebak sendiri ada apa pada malam itu.

Sekian berita seram yang di tutur dari kejadian yang benar – benar nyata pada tahun 2019. Semoga cerita ini bisa memberikan pelajaran bagi para calon pendaki yang akan mendaki gunung, tetap jaga perilaku dan sopan santun karena alam akan lebih tahu apa yang kita perbuat.